Selasa, 29 Maret 2011

Web Education


Web education atau web pembelajaran adalah suatu bentuk web yang berisi pengetahuan dan informasi yang biasanya berkaitan dengan suatu bidang ilmu dan berisi berbagai macam pembelajaran mengenai suatu bidang ilmu tersebut. Belakangan ini cara kebanyakan orang mendapatkan suatu informasi adalah melalui internet, informasi yang diperlukan tersebut salah satunya didapat melalui web education.  Berikut adalah salah satu contoh web edukasi atau situs pembelajaran yang membahas mengenai teknologi Informatika yaitu : http://teknik-informatika.com/. 

Situs http://teknik-informatika.com/ ini dibuat oleh Faisal Akib, beliau adalah Dosen Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains & Teknologi di UIN Alauddin Makassar. Sebelum di UIN Alauddin, beliau pernah jadi Dosen Tetap di STMIK Dipanegara Makassar (1999-2007). Pendidikan Sarjana beliau di selesaikan di Jurusan Teknik Informatika STMIK Dipanegara 1994-1999, dan program magister di PPS Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (2000-2002).

Situs ini hadir untuk mempublikasikan berbagai material mengajar yang pernah disusun beliau sebagai publikasi bagi siapa saja yang membutuhkannya, oleh karena itu berbagai macam artikel yang terdapat didalam situs ini sendiri sebagian besarnya merupakan pengetahuan mengenai berbagai macam materi yang terdapat didalam perkuliahan ilmu teknologi Informatika dan juga ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan dunia Teknologi Informatika, seperti jaringan komputer, dan Sistem Operasi yang juga memiliki keterkaitan dengan ilmu Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, dan ICT.

Tulisan didalam situs ini disusun dengan cakupan materi yang cukup banyak, yang disusun kedalam menu-menu utama, yang terdiri dari : rubik apa ini apa itu, Teknologi Informasi, Jaringan Komputer dan Sistem Operasi. 
Rubik apa ini apa itu digunakan sebagai tempat informasi penjelasan mengenai suatu artikel yang masih belum dipahami pengunjung situs dengan berkomentar mengenai suatu artikel untuk selanjutnya diberikan penjelasan oleh penulis. Kemudian pada menu Teknologi Informasi, berisi artikel-artikel yang membahas materi dalam ilmu Teknologi Informasi dengan lingkup bahasan materi yang cukup banyak dan terdapat dalam bentuk artikel-artikel dalam format pdf., berisi pembahasan materi yang cukup lengkap. 
Materi Informatika dalam situs ini sendiri terdapat dalam menu Jaringan Komputer dan Sistem Operasi yang dibentuk kedalam penjelasan dengan struktur materi yang cukup lengkap, yang pada beberapa bagiannya mempunyai artikel-artikel penunjang mengenai penjelasan lebih lengkapnya.

Pengunjung situs ini pun dapat mengetahui suatu pengetahuan yang berhubungan dengan artikel sejenis yang dicari dengan mudah berkat adanya fitur related post, contohnya ketika anda memilih untuk melihat suatu artikel tentang sejarah generasi komputer, pada saat tulisan artikel tersebut ditampilkan, maka akan dimunculkan beberapa artikel sejenis lainnya yang cukup lengkap. Beberapa macam artikel yang membahas perkembangan teknologi terbaru dalam dunia informatika juga menjadi nilai tambah dalam situs ini, dengan mengangkat tema-tema yang cukup menarik seperti salah satunya yang terbaru, yaitu pada artikel augmented Reality yang membahas mengenai teknologi komputasi 3d terbaru.

Senin, 28 Februari 2011

Perbedaan Web 1.0, Web 2.0 dan Web 3.0

Web diumpamakan sebagai suatu ruang informasi untuk mempermudah kebutuhan pengaksesan informasi secara luas dan tidak terbatas dengan menggunakan berbagai sumber daya yang diidentifikasi oleh sistem pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URL).

WEB 1.0
Perkembangan web diawali dari Web 1.0. Secara garis besar sifat Web generasi pertama ini adalah sebagai media Read saja, karena hanya digunakan untuk kepentingan informasi tertentu dengan menggunakan tampilan halaman web yang sederhana.

WEB 2.0
Dalam perkembangan selanjutnya muncul Web 2.0 yang diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004. menurut O’Reilly Media, web 2.0 merupakan revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai media platform, juga digunakan sebagai percobaan dalam memahami aturan untuk mencapai keberhasilan platform baru tersebut. Secara mendasar perbedaan Sifat Web 2.0 adalah Read-Write, sehingga lebih interaktif dibandingkan dengan web 1.0, karena dapat menulis untuk masukan informasi. Pada Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan dengan kemampuan web 2.0 yang dapat melakukan aktivitas seperti drag and drop, auto complete, chat, voice yang dapat dilakukan seperti aplikasi pada desktop.

WEB 3.0
Pada saat ini kita sudah menggunakan versi Web 3.0, perbedaanya dengan Web 2.0,  adalah dari segi konsepnya, pada web 3.0 ini dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah kecerdasan buatan (Artificial Intelegence), hal ini dapat dilihat dari berbagai  aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi, kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service. Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju. Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.

Permasalahan lain yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga memerlukan kecepatan akses Internet yang memadai dan spesifikasi komputer yang cukup, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik nafas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.

Pada Web 3.0 ini sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukan multi tasking. Sedangkan pada Web 2.0 sebelumnya ada kemungkinan macetnya traffic jika digunakan untuk multi tasking.

Selasa, 07 Desember 2010

SEJARAH FACEBOOK


Situs Facebook yang kita kenal saat ini sebagai sebagai situs jejaring sosial yang paling modern, pada awalnya adalah sebuah situs yang dirintis pada tahun 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard yang bernama Mark Zuckerberg, lebih lengkapnya Mark Elliot Zuckerberg, lahir pada 14 Mei 1984 di Dobbs Ferry, Westchester County, New York, Amerika Serikat (AS). 

Berawal dari hobinya yang suka mengutak-atik peralatan elektronik atau program komputer, pada saat ia bersekolah di Exeter High School, New Hampshire, dia memiliki teman sehobi yang bernama Adam D’Angelo Saat itu Zuckerberg dan D’Angelo pernah membuat piranti lunak pemutar musik MP3 yang mampu mendeteksi perilaku dan kebiasaan mendengarkan musik penggunanya dan pernah mau dibeli oleh Synapse akan tetapi ditolak oleh mereka.

Setelah Zuckerberg lulus dan masuk Harvard University, awalnya ia membuat sebuah program yang diberi nama Coursematch, program tersebut memungkinkan mahasiswa di kelas yang sama bisa melihat daftar teman-teman sekelas mereka.

Kemudian kreativitasnya berlanjut dengan membuat sebuah situs yang bernama facemash.com. Melalui situs ini para pengunjung bisa memberikan stempel “keren” atau “jelek” dari foto seorang siswa, dan membuat Zuckerberg dipanggil oleh Badan Administrasi Universitas Harvard karena dianggap membobol sistem keamanan komputer kampus, melanggar peraturan privasi di internet, dan melanggar hak cipta.

Oleh sebab itulah Zuckerberg kemudian mengalihkan idenya dengan membuat proyek baru yang ia beri nama facebook pada tahun 2004, dari disinilah awal ide facebook berkembang. Dalam waktu singkat dua pertiga mahasiswa Harvard telah menjadi pengguna facebook. Teman sekamarnya, Dustin Moskovitz dan Chris Hugh, pun mempromosikan facebook ke Stanford University, Columbia, Yale, Ivy College, dan beberapa sekolah lainnya di wilayah Boston. Dalam waktu singkat, mereka meluncurkan Facebook ke 30 sekolah. 

Pada liburan musim panas 2004, Zuckerberg bersama Moskovitz dan beberapa teman lainnya pindah ke Palo Alto, California, disana mereka menyewa rumah kecil untuk dijadikan kantor. Pada awalnya mereka hanya ingin mengisi liburan dengan mengembangkan facebook, akan tetapi karena ingin mengerjakan facebook dengan lebih serius lagi, mereka pun memutuskan untuk meninggalkan Harvard. 

Selanjutnya Zuckerberg bertemu Peter Thiel di kantor tersebut. Pendiri Paypal tersebut sepakat menjadi investor mereka, yang kemudian menjadi inverstor pertama mereka tersebut, memberikan dana sebesar US$ 500.000, sehingga mereka bisa pindah ke kantor yang lebih besar di di Universitas Avenue yang dinamai sebagai kantor “Kampus Urban”.

Pada 23 Agustus 2005 Zuckerberg membeli domain facebook.com dari Aboutface Corporation senilai US$ 200.000 atau sekitar Rp 1,86 miliar. Kemudian pada 2 September 2005, Zuckerberg meluncurkan situs Facebook khusus untuk anak-anak sekolah menengah atas. Hanya dalam waktu 15 hari sejak peluncurannya, sebagian besar sekolah di AS sudah menjadi anggotanya. pada akhir tahun 2005, Facebook telah mencakup sekitar 2.000 kampus dan 25.000 sekolah menengah atas di AS, Kanada, Inggris, Meksiko, Puerto Riko, Australia, Selandia Baru, dan Irlandia.

Selanjutnya, pada 27 Februari 2006, dia mulai mengizinkan para mahasiswa yang menjadi pengguna situs ini untuk menambahkan siswa-siswa SMA sebagai temannya. BusinessWeek, melansir kabar bahwa Zuckerberg tengah bernegosiasi dengan calon pembeli potensial Facebook. Tapi, akhirnya, dia menolak tawaran yang disebut-sebut bernilai US$ 750 juta atau sekitar Rp 6,97 triliun. Pasalnya, Zuckerberg menganggap harga itu terlalu murah. Saat itu, dia memperkirakan nilai Facebook US$ 2 miliar.

Kemudian Pada April 2006, investor pertama situs ini, yaitu Peter Thiel, kemudian Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners, menambah investasi di Facebook dengan menyetorkan dana US$ 25 juta. Facebook pun masuk ke India melalui Institut Teknologi India dan Institut Manajemen India.

Dia juga memberikan fasilitas Facebook Notes. Fitur baru ini merupakan fitur blogging yang memungkinkan pengguna memberikan tagging, memasukkan gambar, dan fitur-fitur lainnya. Selain itu, pengguna bisa mengimpor blog dari situs Xanga, LiveJournal, Blogger, dan situs blogging lainnya. Berkat fitur baru tersebut, pembaca bisa memberikan komentar terhadap tulisan yang dimuat pengguna Facebook. September 2006, Zuckerberg membuka layanan Facebook bagi semua pengguna internet. Namun, langkah ini justru menuai protes dari para pengguna dan pelanggan setianya. Alhasil, dua minggu berselang Facebook terpaksa membenahi layanan baru itu dengan membuka pendaftaran bagi pengguna internet yang mempunyai alamat surat atau e-mail yang jelas.

Peter Thiel, memprediksi pendapatan situs ini pada 2015 nanti bisa mencapai US$ 1 miliar. Nah, pada saat itu, nilai perusahaan pun bakal ikut meroket menjadi sekitar US$ 8 miliar. Ada juga iklan baris gratis di Facebook. Fitur yang diberi nama Facebook Marketplace ini diluncurkan pada 14 Mei 2007. Layanan baru ini pun langsung menjadi pesaing perusahaan-perusahaan online lain. Craigslist yang sudah lebih dulu menempatkan iklan baris di situsnya. Bisnis Zuckerberg pun kian mengalir lancar. Bahkan, Apple rela memperpanjang kerja sama dengan Facebook untuk memajang contoh musik iTunes.

Facebook membeli perusahaan Parakey Inc., dari Blake Ross dan Joe Hewitt, pada Juli 2007. Parakey adalah produsen aplikasi komputer yang mempermudah transfer data berupa tulisan, gambar, dan video ke sebuah situs di internet. Bill Gates, pada Oktober 2007 membeli 1,6% saham Facebook seharga US$ 240 juta. Pasalnya, Zuckerberg tidak berniat menjual semua saham Facebook sekaligus. Alasannya sederhana dan sungguh mulia, dia ingin Facebook tetap independen.

Pada 7 November 2007, situs ini meluncurkan layanan terbaru berupa pemasangan iklan dengan sistem yang disebut Facebook Beacon. Triliuner Hongkong, Li Ka-shing, tertarik untuk menanamkan duit senilai US$ 60 juta di Facebook pada 30 November 2007.

Sekarang jumlah pegawainya sendiri telah mencapai 400 orang. Namun, Facebook adalah perusahaan unik. para eksekutif dan petingginya masih berusia muda, antara 24 tahun-37 tahun. Markas besar Facebook lebih mirip asrama mahasiswa. Para pegawai, yang setiap hari mendapat jatah makan gratis, bekerja sambil melakukan kegiatan favoritnya. Ada yang bermain gitar, bersepeda, bermain pesawat radio kontrol, atau bergoyang ditemani musik disc jockey (DJ). Mereka juga tak perlu berpakaian rapi. Celana pendek dan sandal jepit adalah kostum favorit mereka di kantor. Zuckerberg mengaku tidak menyukai suasana kantor yang terlalu formal.

Meski sudah mampu menghimpun harta kekayaan hingga US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27,9 triliun Zuckerberg tetap tampil apa adanya, seperti pemuda kebanyakan yang menggemari pakaian santai.

Senin, 22 November 2010

Mobil Autopilot Google


Google mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan teknologi berkendara dengan autopilot, sebuah mobil dapat melaju di jalan raya tanpa ada campur tangan dari manusia dalam mengendalikan lajunya,  Mobil tersebut sudah diuji coba di jalan-jalan di sekitar California selama beberapa bulan terakhir.

Proyek ini dipimpin oleh Profesor Sebastian Thrun (43), seorang profesor informatik dari Universitas Stanford, memimpin sebuah proyek yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kemacetan dan kecelakaan.
Meski proyek ini bukan merupakan proyek yang biasa dikerjakan oleh Google, akan tetapi menurut sejumlah analis, mobil otomatis memiliki kelebihan yang sangat penting. Dan sejauh ini, baru satu kecelakaan yang terjadi pada mobil tersebut yakni ditabrak dari belakang oleh mobil yang dikendarai manusia pada saat mobil itu berhenti di lampu merah.
Dalam proyek tersebut, tim memodifikasi Toyota Prius dan Audi TT dengan menambahkan sistem GPS yang dipadukan dengan kamera via satelit untuk mengukur jarak mobil dengan benda disekitarnya termasuk digunakan untuk memperkirakan jarak pengereman.
Secara total, mobil ini telah menempuh jarak sejauh 140 ribu mil dengan lintasan di jalan sekitar California dari Silicon Valley ke Santa Monica. Akan tetapi, demi menjaga keamanan, jika terjadi kerusakan mendadak pada sistem, mobil yang diuji coba tetap ditumpangi manusia. Satu orang di kursi sopir untuk berjaga-jaga, satu orang di kursi penumpang untuk memonitor kerja software melalui komputer.
Salah satu tujuan Google dalam menggelar proyek ini adalah demi keamanan lalu-lintas. Google memiliki keyakinan bahwa teknologi ini dapat memangkas separuh dari jumlah orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas saat berkendara, karena kendaraan yang dikembangkan oleh Google ini juga memiliki kemampuan bereaksi yang cepat dalam waktu singkat. Selain itu, kemampuannya memantau hingga 360 derajat memungkinkan kendaraan itu berjalan lebih rapat di jalan raya dibandingkan dengan kendaraan yang dikemudikan manusia. Ini diyakini dapat mengurangi panjangnya antrian kendaraan. Komputer juga lebih berhati-hati saat menginjak gas, sehingga mereduksi konsumsi bensin.

Dalam proyek ini, mobil otomatis Google diperkirakan dapat menghemat waktu yang diperlukan dalam berkendara. Saat mereka di mobil, mereka tidak perlu menyetir. Pengendara bisa melakukan hal produktif seperti bekerja lewat koneksi internet nirkabel, menyaksikan siaran televisi atau menikmati hiburan lainnya.
Teknologi mobil otomatis ini masih cukup jauh dari sempurna. Diperkirakan, masih dibutuhkan sekitar 8 tahun kedepan, sampai mobil dapat dipasarkan. Belum lagi masalah dengan aturan dan undang-undang seputar lalu-lintas yang mengasumsikan bahwa manusialah yang menggerakkan kendaraan yang melintas di jalan.


Sistem Operasi Android

Sejarah Android

Pada awalnya sistem operasi Android pertama kali dikembangkan oleh Android, Inc. sebuah perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California, US yang kemudian menjadi Google pada Juli 2005.
Para pendiri Android kini bekerja di Google termasuk Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Tim Google yang dipimpin oleh Rubin mengembangkan platform perangkat mobile dengan menggunakan basis kernel Linux yang mereka pasarkan ke produsen handset dan operator dengan tujuan memberikan sebuah sistem operasi yang fleksibel dan upgradeable.
Pada tanggal 9 Desember 2008, diumumkan bahwa terdapat 14 anggota baru yang  bergabung dengan proyek Android, diantaranya: ARM Holdings Plc, Atheros Communications, Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc.
Saat ini sistem operasi Android merupakan sistem operasi yang digunakan untuk perangkat komunikasi seluler, karena sistem Android menggunakan Linux sebagai basis pengembangannya, maka sistem operasi ini menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk membangun aplikasi yang mereka buat sendiri untuk kemudian dapat diaplikasikan pada berbagai macam piranti bergerak (mobile).

Lisensi

Oleh karena menggunakan sistem operasi linux, Kecuali update berkala, Android tersedia sebagai open source sejak 21 Oktober 2008. Google membuka seluruh kode sumber (termasuk jaringan dan telepon di bawah Lisensi Apache.

Dengan lisensi Apache, vendor bebas untuk menambah kepemilikan ekstensi tanpa mengirimkan mereka kembali ke komunitas open source.

Beberapa fitur yang ditawarkan oleh Android :

1.      Handset layout Platform mampu beradaptasi lebih besar, VGA, 2D grafis perpustakaan, perpustakaan grafis 3D berdasarkan OpenGL ES 1,0 spesifikasi, dan tata letak smartphone tradisional.
2.      Database Lunak SQLite digunakan untuk tujuan penyimpanan data
3.      Android mendukung teknologi konektivitas termasuk GSM / EDGE, CDMA, EV-DO, UMTS, Bluetooth, dan Wi-Fi.
4.      SMS dan MMS tersedia bentuk pesan, termasuk pesan teks threaded.
5.      Browser web yang tersedia di Android didasarkan pada kerangka aplikasi open source WebKit.
6.      Perangkat lunak dengan basis Java dapat dikompilasi dan akan dieksekusi dalam Dalvik mesin virtual, yang merupakan implementasi VM yang khusus dirancang untuk penggunaan perangkat mobile, meskipun secara teknis tidak seperti standar Java Virtual Machine.
7.      Android mendukung audio berikut / video / masih media format: H.263, H.264 (dalam format 3GP atau MP4 kontainer), MPEG-4 SP, AMR, AMR-WB (dalam kontainer 3GP), AAC, HE-AAC (di MP4 atau kontainer 3GP), MP3, MIDI, OGG Vorbis, WAV, JPEG, PNG, GIF, BMP.
8.      Android dapat menggunakan video /  kamera, touchscreen, GPS, kecepatan, magnetometer, akselerasi 2D bitblits (dengan orientasi perangkat keras, scaling, konversi format piksel) dengan dipercepat grafis 3D.
9.      Termasuk perangkat emulator, tools untuk debugging, memori dan profil kinerja, sebuah plugin untuk IDE Eclipse.
10.  Android memiliki dukungan asli untuk multi-touch yang tersedia dalam handset baru seperti Hero HTC. Fitur awalnya dinonaktifkan pada level kernel (mungkin untuk menghindari pelanggaran hak paten Apple pada teknologi layar sentuh).

Senin, 08 November 2010

Google Luncurkan Teknologi Pencarian Cepat


Pada 09 September 2010, Google memperkenalkan sebuah cara tercepat untuk melakukan pencarian di Internet dengan layanan bernama Google Instant. Ini adalah inovasi teknologi pencarian baru dengan menggunakan prediksi kata.

Saat kita akan melakukan pencarian, Google akan menyodorkan saran. Mesin Google akan memberikan beberapa pilihan dugaan bagi kata yang ingin dicari di kolom tersebut, begitu kita mulai mengetik.

Google Instant dipamerkan pada sebuah acara di Museum Art di San Francisco. Marissa Mayer, Wakil Presiden Search Products dan User Experience Google, mengatakan Google Instant didesain untuk mempercepat proses pencarian.

Menurut Mayer, rata – rata pengguna membutuhkan waktu 9 detik untuk memasukkan kata kunci pencarian. Setelah menekan tombol pencarian, kata yang diminta itu membutuhkan waktu 300 milidetik untuk dikirimkan ke server Google sebelum dimunculkan hasilnya,  dan setiap pengguna rata-rata membutuhkan waktu 15 detik untuk memilih dari hasil yang ada.

Jadi, paling tidak ada satu setengah menit waktu yang dibutuhkan sampai menghasilkan pencarian. Google Instant adalah upaya untuk lebih menghemat waktu dengan memprediksi apa yang sedang dicari pengguna dan memotong-kompas tombol pencarian. Peningkatan kecepatannya bisa dua hingga tiga kali lebih cepat.

Begitu opsi yang ditawarkan muncul, demikian pula hasil pencarian yang akan ditampilkan dengan kata prediksi diberi warna abu-abu terang. Pengguna tak perlu lagi menekan tombol. Cukup menggulur layar lalu memilih hasil pencarian .

Bagaimana dengan di perangkat bergerak? Google mengatakan sudah memiliki prototipenya. Namun, ia baru akan berjalan pada musim gugur mendatang.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI SELULER


Handphone kita kenal adalah alat Komunikasi Wireless yaitu komunikasi bergerak tanpa kabel atau bisa disebut dengan Mobile Device. Teknologi wireless ini telah berkembang dengan pesat dalam satu dekade terakhir ini. Prinsip dari komunikasi wireless ini menggunakan kanal radio yang terpisah untuk berkomunikasi dengan cell site.pada masa kini handphone tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi biasa, akan tetapi juga digunakan untuk mengakses internet, berfoto dan untuk bertukar data.

Pada awalnya handphone - yang kita kenal saat ini, merupakan gabungan dari Teknologi sinyal frekuensi Radio yang digabungkan dengan Teknologi Komunikasi Telepon. Telepon itu sendiri pertama kali ditemukan dan diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Sedangkan komunikasi tanpa kabel (wireless) ditemukan oleh Nikolai Tesla pada tahun 1880 dan diperkenalkan oleh Guglielmo Marconi. Akar dari perkembangan digital wireless dan saat teknologi telepon mobil seluler dimulai sejak 1940.

Perkembangan  telepon seluler sekarang ini juga menjadi menarik untuk disimak karena konvergensi teknologi yang sekarang terjadi mengisyaratkan kita bahwa kemajuan teknologi komunikasi informasi sekarang ini tidak memiliki batas sama sekali. Karena hal yang termasuk kategori ponsel, kategori komputer, kategori pemutar musik digital, maupun kategori kamera digital atau video digital semuanya saling memiliki dan menjadi sebuah kesatuan dengan berbagai fungsi yang terkumpul dalam sebuah perangkat.

Jika di bandingkan dengan zaman dulu,  perkembangan teknologi handphone pada masa itu tidak berkembang pesat seperti pada saat ini, hal ini dapat dilihat dari model handphone masa kini yang akan sangat berbeda dalam jangka waktu 5 tahun saja.

Pada awalnya perkembangannya, fungsi handphone sangat sederhana, dengan bentuk yang besar, dan sinyal yang buruk, layar monotornya pun hanya bisa menampilkan 1 warna atau hanya sedikit yang dikenal dengan layar monokrom, Ringtone berupa pollyphonic. Dan menggunakan teknologi AMPS (Advance Mobile Phone System)

AMPS merupakan generasi pertama pada teknologi selular.
System ini bekerja pada frekuensi 800 Mhz, yang menggunakan 2 sirkuit yang terintergrasikan dari Computer Dedicated dan System Switch.

AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz - 894 Mhz.
Dengan masih digunakannya fitur AMPS tersebut, maka tidak memungkinkan adanya fitur seperti e-mail dan browsing, serta kekurangan dalam kualitas suara. Hal inilah yang menjadi kendala, sehingga system ini tidak berkembang dan ditinggalkan setelah teknologi digital berkembang.

Seiring dengan perkembangan teknologi, pada saat ini banyak ponsel yang penuh dengan berbagai ragam kemampuan multimedia, beberapa kemampuannya diantaranya seperti MMS,3G,GPRS, Wi-Fi Bahkan pada model-model tertentu sudah bisa berfungsi sebagai minikomputer, fungsi dari teknologi tersebut adalah :
  • MMS :seperti pesan text biasa,tetapi untuk MMS dapat melakukan pengiriman pesan beserta gambar.
  • 3G    : telepon dengan lawan bicara,tetapi bisa di lakukan secara tatap muka.(dan sekarang untuk handphone yang lebih canggih dilengkapi 3,5G dan 4G).
  • GPRS: untuk internet,membuka email.
  • Wi-Fi : Digunakan untuk akses internet dengan memanfaatkan sambungan lokal (Hotspot).

Pada masa kini digunakan 2 jenis jaringan pada telepon selular, GSM (Global System for Mobile system) dan CDMA ( Code Division Multiple Access).

GSM (Global System for Mobile telekomunication)

GSM adalah generasi kedua setelah AMPS, GSM pertama kali dikeluarkan pada taun 1991 dan mulai berkembang pada tahun 1993 dengan diadopsi oleh beberapa negara seperti Afrika Selatan, Australia, Timur Tengah, dan Amerika Utara.Perkembangan pesat dari GSM disebabkan cara penggunaan system yang digital sehingga memungkinkan pengembang untuk mengekploitasi penggunaan algoritma dan digital serta memungkinkannya penggunaan Very Large Scale Intergration (VLSI). Untuk mengurangi dan memperkecil biaya Handled terminalnya, pada saat ini GSM sudah menggunakan fitur Intelegent Network.

GSM adalah system telekomunikasi bergerak dengan menggunakan system selular digital. GSM pertama kali dibuat diperuntukan untuk menjadi system telekomunikasi bergerak yang memiliki cakupan internasional yang berdasarkan pada teknologi Multyplexing Time Division Multiple access (TDMA). GSM menggunakan frekuensi standart 900Mhz dan frekuensi 1800Mhz dengan nama Personal Communication Network. GSM juga menyediakan layanan pengiriman data dengan high speed yang menggunakan teknologi High Speed Circuit Switch Data (HSCSD) dengan rate 64 Kbps hingga 100 Kbps. Saat ini di Indonesia yang mengadopsi GSM sudah sekian banyak,seperto Telkomsel, Exelkomindo, Satelindo, Indosat, dll.

CDMA (Code Devision Multiple Access)

CDMA merupakan generasi ketiga (3G). Teknologi seluler telah berkembang pesat. Sekarang telah berkembang Code Devision Multiple Access yang mengunakan sistem spectrum.
Berbeda dengan GSM yang menggunakan Time Division Multiplexing. CDMA tidak memiliki frekuensi khusus pada setiap user. Setiap channel menggunakan spectrum yang tersedia secara penuh.

CDMA merupakan perkembangan AMPS yang pertama kali digunakan oleh militer Amerika Serikat sebagai komunikasi Intelejen pada waktu perang.
Perkembangan CDMA tidak secepat perkembangan GSM yang paling banyak diadopsi di berbagai macam negara.Di Indonesia untuk jaringan CDMA ditempati oleh PT.Mobile-8, Telecom, Telkomflexy dan Esia.